List Berita BRI Agro

Pemerintah Terapkan Strategi Kemitraan untuk Stabilisasi Harga Daging Ayam

Harga daging ayam yang naik turun dan bahkan mencapai harga pasar yang jauh di bawah harga produksi menyebabkan pemerintah menerapkan strategi kemitraan untuk menstabilkan harga ayam tersebut.

 

Dikutip dari Tabloidsinartani dan antara terdapat 7 upaya pemerintah dalam menegndalikan harga daging ayam, antara lain:

  1. Mulai 1 Maret 2019, Integrator menyampaikan produksi DOC (Day Old Chicken) setiap bulan melalui pelaporan online, termasuk dengan tujuan pendistribusiannya.
  2. Integrator meningkatkan serapan karkas di Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) untuk ditampung dalam cold storage sebagai cadangan.
  3. Pemerintah berharap hasil usaha peternak agar tidak lagi dijual sebagai ayam segar melainkan ayam beku, ayam olahan, ataupun inovasi produk lainnya.
  4. Pemerintah telah mengatur kebijakan dari aspek hulu yaitu dengan pengaturan bibit ayam, pengaturan mutu benih bibit yang bersertifikat, menyeimbangkan supply – demand dalam hal pengaturan impor Grand Parent Stock.
  5. Pemerintah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Permentan No. 32 Tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras. Untuk meningkatkan pengawasan, kata Diarmita, pemerintah meminta peran Dinas Provinsi dan Kabupaten/Kota dan seluruh Pejabat Fungsional Pengawas Bibit ternak yang tersebar di seluruh provinsi maupun kabupaten/kota untuk melakukan pengawas.
  6. Pemerintah membentuk tim analisa dan tim asistensi serta tim pengawasan dalam mendukung pelaksanaan Permentan 32 Tahun 2017. Ditjen PKH juga menganalisis supply-demand ayam ras dan secara rutin, menyelenggarakan pertemuan antara peternak dengan pemerintah dan juga dengan para stakeholders ayam ras terkai
  7. Satgas pangan diminta untuk mengawasi broker dan bakul di sisi hilir distribusi ayam.

 

Namun demikian, terdapat kendala dalam penerapan strategi ini. Menurut Ketua Umum GPPU Achmad Dawami dalam Seminar Nasional Agrina, kapasitas cold storage daging ayam yang dimiliki Indonesia saat ini hanya cukup untuk kapasitas 7-10 hari konsumsi masyarakat Indonesia.

 

Sumber: tabloidsinartani, antara, Seminar Nasional Agrina 2019


Bagikan ke:

Berita Terkait